Selasa, 09 Desember 2014

Ayam Yokohama


Ayam Yokohama, pertama mendengarnya mungkin kita akan berpikir bahwa ayam ini berasal dari kota Yokohama di Jepang. Namun, pada kenyataannya asumsi awal kita ini ternyata salah. Ayam Yokohama sebenarnya sama dengan Ayam Phoenix yang merupakan ayam ekor panjang yang dikembangkan dari jenis Ayam Ekor Panjang dari negara Jepang. Jika Phoenix memiliki jengger wilah, maka Yokohama berjengger Walnut, jika Phoenix dan Onagadori berkaki abu-abu maka Yokohama berkaki kuning atau putih.


Sesuatu yang pelru diingat mengenai Ayam Yokohama yang dikenal umum dan dipahami oleh orang Inggris adalah, bahwa orang Inggris mengatakan semua Ayam Ekor Panjang dari Jepang dinamakan Yokohama, sedang wilayah lainnya mengatakan bahwa Yokohama merupakan jenis tersendiri dan ini yang akan di bahas pada artikel ini.


Sejarah
Sejarah penamaan Ayam Yokohama berasal dari nama pelabuhan Yokohama di Jepang tempat nenek moyang ayam ini pertama kali di ekspor. Adalah Girad, seorang Misionaris Perancis yang bertanggung jawab ayam ini ke Eropa dan mengembangkannya sehingga terciptalah Ayam Yokohama yang saat ini kita kenal. Ayam Ekor Panjang Jepang ini , yang disebut Jitori di datangkan ke Jardin d'Acclimation (Taman Aklimasi) di Paris, Perancis pada tahun 1864. Jitori ini yang menjadi gen utama Yokohama saat ini dikenal sebagai Minohiki. 
Pada tahun 1869, Mr. Prosche dari Dresden, Jerman berusaha mengimport ayam Jepang ini dari Paris dua kali, namun nasib belum berpihak padanya, karena dalam pelayaran hanya Jantannya saja yang selamat dalam pengiriman yang kedua. Sejarah kemudian beralih pada tahun 1902, yaitu seorang penulis Jerman yang terkenal pada zamannya, Bruno Duringen, yang senang dengan gen ayam bertubuh kecil, iapun berusaha mengimpor langsung ayam ini dari Jepang, namun tetap saja yang selamat hanya Jantannya saja. Dikarenan kebutuhan , ayam ini kemudian di kawin silangkan dengan beberapa ayam diantaranya Malay, Phoenix, dan ayam aduan yang umum dizamannya. 

Ciri Yokohama yang baik - Foto Koleksi feathersiteCiri Yokohama yang baik - Foto Koleksi feathersite
Karakteristik

Yokohama dikatakan memiliki karakter yang tenang, sehingga di luar disebutkan merupakan jenis ternak yang cocok untuk penduduk perkotaan. Yokohama juga merupakan ayam yang bertelur sangat sedikit, dikatakan bahwa ayam ini hanya bertelur seminggu sekali. Tapi, disebutkan pula bahwa bila makanan yang diberikan memiliki protein dan lemak hewani yang tinggi dari ikan dan hewan lainnya, produksi telur dapat meningkat setiap hari.
Yokohama juga merupakan ayam yang kecil dengan ciri khas kulitnya yang kuning danmemiliki jengger walnut atau ditemukan pula dengan jengger sumpel (pea comb). Dengan penanganan yang tepat, ekor Yokohama dapat tumbuh sepanjang 2-3 kaki pertahunnya dengan maksimal 27 kaki (sekitar 8,2 meter). 



Data Ayam
Asal : Nenek Moyang dari Jepang, dikembangkan di Perancis
Type : Large fowl dan Bantam fowl
Warna : Putih polos, Putih Dada merah (Red Shoulder), Putih Rawis Merah (Red Saddler)
Masa bertelur : buruk , diperkirakan 1 x / minggu
Jengger : Walnut
Mata : Merah / oranye 
Warna kaki : kuning
Bulu kaki : tidak ada


Referensi :


Untuk melihat artikel tentang ayam lainnya, silahkan diklik https://www.facebook.com/farry.ys/notes
Tertarik memiliki ayam Yokohama, mulai 8 oktober 2014 yang lalu, kami telah mulai melakukan ternak Ayam Yokohama jenis Bantam.

Jumat, 05 Desember 2014

Ayam Kokok Balenggek

Pendahuluan
Bagi yang berminat dengan Ayam Kokok Balenggek silahkan hubungi penulis

Tulisan ini adalah saduran dan rangkuman dari berbagai artikel di dunia maya, saya usahakan agar ringkas, padat, mudah dan bermanfaat.

Mengenal Ayam Kokok BalenggekAyam Kokok Balenggek atau Ayam Kukuak Balenggek atau Ayam Balenggek dan biasa disingkat oleh penghobi ayam sebagai AKB merupakan ayam yang berasal dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Asal kata Balenggek ialah dari bahasa Minang, Balenggek (terkadang dilafazkan menjadi Balengek) yang artinya bertingkat. Jadi ciri khas ayam ini adalah kokoknya bertingkat. Sedangkan Kukuak berarti Kokok atau Kukuk atau Kluruk.

Ayam Kokok Balenggek (selanjutnya hanya disebut Ayam Balenggek atau AKB), biasa dipelihara sebagai hewan kesayangan atau disebut sebagai Pamenan, dikarenakan kemerduan suaranya. Bahkan ada pula yang percaya bahwa Ayam Balenggek memiliki nilai magis sebagai penglaris dalam perniagaan (Wallahu'alam)

Ayam Balenggek dipercaya merupakan turunan dari Ayam Hutan Merah Sumatera yang dikawinkan dengan ayam kampung lokal (seperti halnya Ayam Bekisar, yaitu persilangan dari Ayam Hutan Hijau dengan Ayam Kampung Lokal). Cerita lain mengatakan bahwa Ayam Balenggek merupakan keturunan dari Kinantan, yaitu ayam kesayangan (Pamenan) dari Cindua Mato, seorang panglima perang dari Kerajaan Minangkabau.

Saat ini Ayam Balenggek telah ditetapkan menjadi maskot Kabupaten Solok semenjak 1996, nah hal ini dipertegas dengan didirikannya Tugu Ayam Kokok Balenggek yang beridir tegak di depan Kantor Bupati Solok. Hal menarik lainnya dari Ayam Kokok Balenggek ialah telah ditetapkannya Ayam Kokok Balenggek sebagai ayam rumpun asli dari Sumatra Barat yang perlu dilindungi dan dilestarikan yaitu dengan KepMen Pertanian No. 2919/Kpts/OT.140/6/2011. Selain pada tahun 1994 Pangeran Akishino dari Jepang datang berkunjung ke Sumatera Barat untuk mendengarkan kemerduan suara kokok dan menyaksikan dari dekat keberadaan Ayam Kokok Balenggek.

Lalu, ada pula kelebihan Ayam Kokok Balenggek dibanding ayam lainnya, yaitu ayam ini dapat dinikmati sebagai Ayam Penyanyi, dikarena irama kokoknya yang merdu serta dapat pula dinikmati sebagai ayam hias dikarena warnanya indah dan bervariasi.

Penamaan menurut Warna

  1. Tadung : kaki, paruh, dan mata berwarna hitam.
  2. Pileh: kaki, paruh dan mata berwarna putih.
  3. Jalak: kaki, paruh dan mata berwarna kuning.
  4. Kurik : kaki, paruh dan mata berwarna lurik. Contoh warna Kurik, Warna ini dinamakan Kurik Emas.
Foto Koleksi PribadiContoh warna Kurik, Warna ini dinamakan Kurik Emas. Foto Koleksi Pribadi
  5. Putih : seluruh bulu berwarna putih.
  6. Kanso : seluruh bulu berwarna abu-abu.
  7. Biring : kaki, paruh dan mata berwarna merah.
  8. Kinantan : kaki, paruh, mata dan seluruh bulu berwarna putih 

    Warna Kinantan, foto Koleksi Mardius Us https://www.facebook.com/photo.php?fbid=725007394176855&set=a.634255346585394.1073741842.100000028034346&type=3&theaterWarna Kinantan, foto Koleksi Mardius Us https://www.facebook.com/photo.php?fbid=725007394176855&set=a.634255346585394.1073741842.100000028034346&type=3&theater

Penamaan suara (jenis Kokok)

Disamping kokoknya yang bertingkat dan merdu hingga mencapai suku kata tertentu, juga memiliki irama dan suara kokok yang berbeda-beda pula sehingga untuk membedakannya, sehingga masyarakat setempat memberi nama
  • Si ganjua lalai.
  • Rantak gumarang.
  • Si gagek angin.
  • Riak aie ilia.
  • dan Ginyang.
(Sampai saat ini, penulis belum mendapatkan contoh setiap kokok tersebut)



Cat : * Penamaan ini hanya pembagian besar dari tiap warna dan bukan pembagian detail.
        * Penulis terbuka menerima data dan perbaikan tulisan ini, agar semakin lengkap dan valid.



Referensi Luar
http://id.wikipedia.org/wiki/Kaba_Cindua_Mato
http://www.pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/wr294076.pdf
http://www.infosumbar.net/artikel/ayam-kukuak-balenggek-maskot-kab-solok/
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fditjennak.deptan.go.id%2Fdownload.php%3Ffile%3D13%2520-%2520Ayam%2520Kokok%2520Balenggek_Sumbar.pdf&ei=rseNUtvVGYfKrAeuuoDIAQ&usg=AFQjCNHISQE6cmVNPwF4Z1nwht1eeql5gA&bvm=bv.56987063,d.bmk

Black Sumatra

Black Sumatra (BS)

Begitulah ia dikenal di negeri "Zamrud Katulistiwa" ini. Namanya begitu membuat para penghobi ayam hias dan ayam adu begitu penasaran dengannya, karena menyandang salah satu nama pulau terbesar di Indonesia. Black Sumatra sebenarnya merujuk kepada nama ayam yang di luar negeri dikenal dengan hanya "Sumatra" atau "Sumatra Chicken" dan nama Black merujuk kepada Ayam Sumatra berwarna Hitam, sehingga menjadi Black Sumatra. Walaupun dahulu Ayam Sumatra ini dahulu memiliki warna lainnya seperti Merah (Black Breasted Red), namun warna hitam tetaplah yang paling dominan. Beberapa varian warna dikenal di dunia diantaranya Black, Blue, White (diyakini persilangan dengan Lenghorn), Black Red dan mungkin yang termasuk paling unik adalah Bronze Red. BS dikatakan merupakan salah satu ayam terindah di dunia dan impian para penghobi ayam hias.

Sejarah Black Sumatera

Blue Sumatera - Koleksi Peternak InggrisSejarah Black Sumatra dimulai dengan di impornya ayam ini pada April 1847 oleh J.A.C. Butters of Roxybury, MA. Dan impornya berlanjut oleh pihak lainnya pada kurun waktu1850-1852. Pada tahun 1882 Black Sumatra mulai masuk negara Jerman. Di negara bangsa Bavaria ini Black Sumatra awalnya di kenal dengan nama Black Yokohama, merujuk kepada ayam Yokohama asal Jepang. Hal ini di karenakan kemiripannya dengan ayam Yokohama dan berwarna hitam. Walaupun tetap ada perbedaan antara Yokohama dan Black Sumatra, namun tetap pada awalnya mereka mengenalnya dengan sebutan demikian. 

Bentuk kepala
Pada tahun 1885, Nelson A. Wood dari Smithsonian Institute di Washington D.C., mulai melakukan pembiakan Black Sumatra. Dialah yang berjasa dalam perbaikan fenotipe dan reproduksi ayam Black Sumatra sehingga yang kita kenal dalam bentuk saat ini dengan bulunya yang indah mengalir. Karena bentuknya yang indah memanjang dengan warna hitam berkilap kehijauan dan ekor lebat dan jatuh, maka di Amerika ayam ini pernah di kenal sebagai juga dengan nama "Sumatra Pheasant" dan juga "Java Pheasant Game". 

Berbagai Pendapat Tentang Black Sumatra

Di Sumatra khususnya atau di Indonesia sendiri, Black Sumatra di yakini sudah punah. Ada beberapa kalangan berpendapat, BS yang kita kenal saat ini merupakan ayam yang disilang dengan pheasant jika merujuk kepada bentuk tubuhnya. Ada pula yang berpendapat bahwa Black Sumatra merupakan salah satu jenis ayam hutan. Pendapat lainnya berkata bahwa BS merupakan persilangan beberapa jenis ayam ayam hutan di Indonesia dari Ayam Hutan Merah Sumatera, Ayam Hutan Hijau dan lainnya.  Namun jelaslah semua itu hanyalah spekulasi yang berkembang tanpa catatan ilmiah yang mendukungnya. Terlepas dari semua itu Black Sumatra merupakan salah satu ayam yang menjadi rujukan keindahan dalam bentuk dan warna dengan tampilan tegak gagah dan anggun. 

Perbedaan Black Sumatera saat ini
Telapak BS memiliki warna kuning/putih
Pada awalnya, Black Sumatra di Amerika dan di Eropa (Jerman khususnya) memiliki perbedaan. Black Sumatra dari keturunan Amerika umumnya memiliki ekor yang lebih panjang dari Black Sumatra Eropa. Sedang Black Sumatra Eropa memiliki tampang yang lebih "gamefowl" daripada saudara mereka di Amerika. Berdasarkan hal ini, ada pendapat bahwa Black Sumatra Eropa merupakan Black Sumatra klasik yang masih mirip dengan nenek moyang mereka yang dibawa dahulu dari Pulau Sumatra. Namun sepengalaman penulis berburu Black Sumatra, belum pernah menemukan ayam hitam dari sumatra dengan tampilan menyerupai BS dari Eropa. Walau beberapa orang mengaku memiliki "Black Sumatra Lokal" tetapi, sepanjang pengalaman penulis hal itu memeiliki perbedaan dari banyak hal diantaranya jengger, muka, taji, bentuk badan, warna muka, dll. Dan perbedaan ini kebanyakan luput dari perhatian awam


Perkembangan Black Sumatera

Walau pada awalnya ayam ini di kenal sebagai ayam aduan, namun livestockconservancymengatakan bahwa Black Sumatra sebenarnya bukanlah ayam yang cocok untuk aduan. Karena itu, untuk mendapatkan gaya tarung yang lebih baik, ayam ini di silang dengan jenis lainnya seperti Hyderbad, Rampur Boalia Black, atau Sinhalese. 

Inilah Black Sumatera
Kelangkaan Black Sumatra diakibatkan dengan sedikitnya telur yang dihasilkan oleh indukan mereka juga dikarenakan digunakan sebagai ayam adu taji pada awalnya. Sementara nilai estetika dan keunikan Black Sumatra yang sekaligus dapat digunakan untuk membedakannya dengan ayam lainnya, ini diantaranya :Kepala Black SumateraKepala Black Sumatera
  1. Bentuk badan yang exotis dengan bahu lebar memanjang dan menyempit ke ekor menyerupai pheasant (ayam pegar)
  2. Kepala kecil, tengkorak besar dengan pandangan cerdas dan garang seperti hewan liar.
  3. Warna bulu hitam berkilau hijau (Black Sumatra)
  4. Taji/Jalu ganda bahkan diantaranya memiliki sampai 7 taji pada tiap kakinya
  5. Perkembangan yang sulit.
  6. Usia yang panjang (salah seorang penghobi mengaku pernah memeliharanya sampai berumur 13-14 tahun).

Saat ini, dari jenis Black Sumatra, juga dikenal warna lain yaitu jenis White Sumatra. Jenis White Sumatra diyakini merupakan persilangan Black Sumatra dengan jenis Leghorn. Dan warna Splash Sumtra diyakini merupakan persilangan Black Sumatra dan Blue Sumatra.

Black Sumatra kembali ke Indonesia

Setelah ratusan tahun merantau ke luar negeri, Black Sumatra akhirnya kembali ke Indonesia. Kembalinya BS ke Indonesia dari awal tahun 2014 ini. Tercatat sudah 4 kali import BS di lakukan dari beberapa negara, yaitu untuk jenis Bantam dan regular size dari Philipine dan jenis Largefowl dari Belanda dan Afrika Selatan.
Saat tulisan ini dibuat, kami telah melakukan ternak BS Bantam yang kami import dari Philipine dari trah juara disana. Tipe BS yang kami ternak adalah dengan tipe Jalu Single (Single Spurs) dimana sangat bagus untuk bahan ayam aduan, karena kepandaian ayam ini dan tipe Jalu renteng. (Multispurs).
Bagi yang berminat melihat atau membeli BS dapat menghubungi dan mengunjungi kandang kami di
Permata Pamulang
Jl. Taman Permata 2
Kav. Pilihan Blok B No. 4
Tangerang Selatan - Banten
Telp. 021 75873380

Karakteristik


Negara Asal : Indonesia, Pulau Sumatra
Berat            : Largefowl : Betina 1,8 kg, Jantan 2,25 - 2,70 kg
                       Bantam fowl : Betina 625 g, Jantan : 740 g.
Fungsi          : Adu Taji dan Ayam Hias (di beberapa negara BS untuk ayam adu taji telah di larang)
Warna Telur : Putih
Status          : Kritis, langka
Kepala         : Kecil, pendek dan bulat
Jengger       : Sumpel (semakin kecil semakin bagus) dan gelambir kecil (selain sumpel maka akan di diskualifikasi)
Muka            : Hitam atau merah ungu kehitaman menyerupai buah plum yang matang
Mata            : Bulat, tebal berwarna Coklat dan besar
Telinga        : kecil dan berwarna seperti muka (tidak terdapat putih)
Leher           : Panjang, melengkung, dan mengambang
Sayap          : Panjang, lebar (besar), 
Kaki              : Hitam berkilap terkadang ditemukan pula yang hijau
Taji               : Single, Double atau triple beberapanya memiliki sampai lima taji (semakin banyak semakin baik)
Ekor             : Panjang, jatuh terkulai (kualitas terbaik memiliki sudut 30 derajat). Panjang ekor BS saat usia 2 tahun (tampilan terbaik) sekitar 60-75 sm
Bulu             : Hitam berkilau hijau (Black Sumatra), abu-abu (Blue Sumatra), Blorok (Splash SUmatra), putih (White Sumatra
Kulit            : Kuning (bandingkan dengn Cemani yang berwarna hitam)


Dengan semakin naik pamornya ayam Black Sumatra di Indonesia, kini banyak peternak yang mengklaim ayam mereka sebagai Black Sumatra guna mendapatkan keuntungan yang besar. Kejelian pembeli sangat di sarankan guna menghindari kekecewaan di kemudian hari seperti pengalaman beberapa kawan kami, yang membeli ayam BS tetapi setelah dewasa sangat jauh dari karakteristik BS.

Kami, sebagai penghobby ayam langka dan unik telah berhasil mendatangkan bibit Ayam BS berkualitas pada Oktober 2014. Pada Oktober 2015 kami berhasil mendatangkan indukan Blue Sumatra berkualitas yang sangat langka. Dari perkawinan Blue Sumatra dan Blue Sumatra ini maka akan di hasilkan sebagian anakan yang berwarna Splash.

Tertarik mengkoleksi Ayam Black Sumatra yang berkualitas, silahkan hubungi kami dan lihat foto koleksi kami di FB kami

Referensi :